by: Nor Aliyah
Salah satu bentuk ketaatan yang seringkali terabaikan oleh seorang muslim adalah melaksanakan kewajiban dakwah.
Dakwah adalah melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. Menyeru manusia kepada jalan Islam hingga mereka keluar dari kegelapan jahiliyah dan menuju cahaya Islam.
Dakwah merupakan aktivitas mengubah segala sesuatu yang tidak Islami menjadi Islami. Yang diubah meliputi pemikiran, perasaan, tingkah laku maupun peraturan. Allah Swt berfirman:“Serulah manusia ke jalan Rabb-mu (Allah) dengan jalan hikmah dan (hujjah) dan nasihat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (TQS an-Nahl [16]: 125).
Selain itu, perlu kita ketahui bahwa muslim yang terbaik adalah muslim yang berdakwah, menyeru ke jalan Allah. Sebagaimana firman Allah:“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, ‘sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)’”. (TQS Fushilat [41]: 33).
Nah, Sejatinya sebagai ciri yang telah melekat pada kita, yaitu predikat sebagai umat yang terbaik, dakwah adalah sebuah kewajiban yang sama dengan kewajiban kita yang lainnya. Sebagaimana firman Allah SWT:“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah...” (TQS Ali Imran[3]: 110)
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (TQS Ali Imran[3]: 104)
"Siapa saja yang menyeru manusia pada petunjuk (Islam), dia pasti akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala yang diperoleh orang yang mengikuti petunjuk tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya.” (THR Ahmad, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah).
Sobat, muda-mudi Islam, dakwah itu bukanlah selingan, melainkan aktivitas utama. Dakwah adalah konsekuensi dari mengimani Islam. Maka jadilah muslim yang terbaik dengan menjadikan dakwah sebagai poros kehidupan kita. Baik dalam keseharian, bergaul, bermasyarakat dan aktivitas hidup lainnya. Dengan menjadikan dakwah sebagai poros hidup, di manapun aktivitas kita jalankan, selalu ada napas dakwah di dalamnya. Karena hidup dengan segala aktivitasnya yang berporos pada jalan dakwah tersebut, menjadi indikator pencapaian sukses yang sejati. Sukses dunia dan akhirat. Insya Allah.[]
*Sumber foto: Muslimah Dakwah Visual