Oleh: Nor Aniyah
"Tampilan biasa. Tampang pas-pasan. Nilai juga standar. Apalagi kantong jangan ditanya. Hehehe.."
"Rasa-rasanya diri ini nggak ada deh yang spesial atau istimewa. Biasa saja. Belum ada yang bisa dibanggakan. Masih bisa nggak ya kalau mau jadi istimewa?"
"Benar begitu?"
Wah, ada perdebatan sengit nih. Antara dua sohib yang lagi membahas tentang sesuatu. Tentang menjadi istimewa.
Oiya, ngomong-ngomong memang nya apa sih dari istimewa itu? Yang selalu dapat nilai seratus? Oke kita cari tahu deh.
"Ya, istimewa itu sudah pastilah yang paling keren."
Oke. Benar saja. Allah SWT juga memberitahukan pada kita bahwa sosok yang istimewa itu ya berarti yang terbaik. Jadi, tepat banget!
"Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan." (TQS. Al-'Isra' [17]: 70)
Nah, kemampuan yang diberikan Allah SWT kepada kita berupa salah satu nikmat terbesar, yaitu akal. Akal menjadikan manusia memiliki posisi yang lebih tinggi dibanding makhluk yang lain. Bahkan, malaikat yang mulia pun Allah SWT perintahkan untuk sujud kepada manusia.
Dengan adanya akal manusia seharusnya mampu menjadi makhluk yang istimewa. Karena dengan akal inilah, kita seharusnya mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menjadi sosok istimewa itu memang perlu proses. Kadang proses yang cukup berat. Yang bisa membuat orang maju-mundur. Rasa nggak mungkin deh!
Jangan putus asa dulu. Coba, lihatlah sebuah proses terbentuknya sebutir mutiara. Pasir yang keras dan nilainya murah, bisa berubah.
Diproses menjadi mutiara yang cantik yang sangat berharga. Namun, dalam waktu bertahun-tahun.
Nah, bayangkan seperti itu juga. Jika ingin menjadi seorang yang istimewa itu, maka kita harus sabar menjalani prosesnya. Dan harus tahu dulu prosesnya itu gimana.
Nah, mau tahu gimana prosesnya? Oke. Diberi saja deh, biar senang. Prosesnya yaitu, dengan mengkaji Islam dengan sungguh-sungguh. Eit, tidak hanya sampai di situ. Proses selanjutnya, kita terus membina diri kita dengan Islam. Nah, ini langkah awalnya. Mudah bukan?
Ada angin cobaan. Badai masalah. Gelombang ujian. Wah, pokoknya ada banyak hal yang menghadang saat menjalani proses. Ini wajar.
Terus, kamu masih kuat menjalani prosesnya?
Ingatlah, yang terpenting kita yakin dan berkemauan keras. Insya Allah prosesnya itu akan terasa mudah. Ya, semangatlah, karena Allah.
Karena hanya yang istimewa saja yang akan mampu bertahan dalam proses menjadi istimewa. Tahan banting. Hingga berhasil mencapai buah yang dihasilkan itu. Jadi, sebenarnya kita bisa kok jadi istimewa.[]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar